Sunday, 15 January 2017

chili crop pests





1. Wilt disease on chili Wilt disease is a disease that is difficult to control the cultivation of chili peppers. Wilt disease could ditumbulkan by diverse bodies of penganggu plants such as various types of fungi and bacteria. Wilt caused by the fungus called fusarium wilt. Type of mushroom is Fusarium sp., Verticilium sp. and Pellicularia sp. This fungus lives in the acidic environment. While bacterial wilt caused by Pseudomonas solanacearum. These bacteria live in stem tissue. Wilt disease control should be observed with the more specific in order to be more precise handling.

2. Pest Mites
The mites that attack plants are mites yellow chilli (Polyphagotarsonemus latus) and red mite (Tetranycus sp.). Mites also found attacking cassava crop plants. The leaves become thick and stiff that hampered bud formation. Eventually the leaves will turn brown and die. At chilli plants, making leaf curl mite attack roll to the bottom like a spoon upside down. Technical control. The rest of the affected plants were burned so as not to infect others. Plants are attacked by severe unplugged while not severe cut its shoots. For prevention, try the chilli growing areas not adjacent to the cassava plant. Viewed from the physical, the eight-legged mite different from insects (insek) the quadruped. Maintain the cleanliness of the garden effectively reduce mite attack. Chemical control. Mites can only be eradicated by poison mites like akarisida and not with insecticide. Viewed from the physical, the eight-legged mite different from insects (insek) the quadruped.

3. Pest thrips (Thrips)
Plants are attacked chilli thrips leaves will look silvery lines, there are patches of yellow to brown and stunted growth. If allowed to dry and the leaves will die. Attacks trips usually intensified during the dry season. Can utilize natural predators of pests, such as beetles and ladybugs. These pests also act as carriers of the virus and spreads very easily. Technical control. The use of mulch and maintain a healthy garden effectively suppress development.
Spraying is done when a widespread attack. Use of insecticide active ingredient fipronil and do in the afternoon In addition, crop rotation helps control pests of this type. Chemical control.

Friday, 13 January 2017

Cara menggemukkan sapi pedaging


TEKNIS BUDIDAYA SAPI PEDAGING








A. PENDAHULUAN
Usaha peternakan sapi pedaging mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar-besaran dan modern. Dengan skala usaha kecil pun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. Prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi pedaging baik untuk skala usaha besar maupun kecil. Penggemukan sapi pedaging adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3 - 6 bulan).

1. Jenis-jenis Sapi Pedaging
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi pedaging di Indonesia adalah :

a. Sapi Bali

Hasil gambar untuk sapi BALICirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan yang baru.






b. Sapi Ongole

Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.




c. Sapi Brahman

Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi pedaging di Indonesia.






d. Sapi Madura

Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah.Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.





e. Sapi Limousin


Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik.






2. Pemilihan bakalan
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
a. Berumur di atas 2 tahun, maksimum 3 tahun
b. Jenis kelamin jantan;
c. Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar;
d. Panjang badan minimal 170 cm;
e. Tinggi pundak minimal 135 cm;
f. Lingkar dada 133 cm;
g. Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit);
h. Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
i. Kotoran normal.


B. TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran panjang 2,5 m X lebar.1,25 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak.Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

2. Pakan
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama.Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah : koro pedang, ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi (bisa dibuat sebagai menjadi Silase, yg dapat disimpan sebagai cadangan pakan hijauan) Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar.Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan. Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain. Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusindan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh. Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.Asam – asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.


C. Pengendalian penyakit
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit dari pada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :

a. Pemanfaatan kandang karantina.
Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan.Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan.Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.

b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya.
Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

c. Vaksinasi untuk bakalan baru.
Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax. Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.


D. Produksi daging
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah:
a. Pakan.
Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah.

b. Faktor Genetik.
Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebihtinggi.Jenis Kelamin.Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.

c. Manajemen.
Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.


SEKIAN & TERIMA KASIH
JANGAN LUPA FOLLOW ME GUYS.

Sunday, 8 January 2017

Resep kuliner lidah buaya


LIDAH BUAYA


A. Lidah buaya adalah tanaman yang sudah akrab kita dengar ditelinga. Selain sangat mudah penanaman dan perawatannya, tanaman ini pun dikenal punya banyak manfaat dan khasiat. Lidah buaya biasanya ditanam didalam pot sebagai tanaman hias, namun pada saat sekarang ini seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi tanaman lidah buaya telah dibudidayakan secara masal untuk tujuan komersil.

gbr 1. tanaman lidah buaya

Lidah buaya memiliki beragam khasiat dan manfaat, selain sebagai tanaman hias lidah buaya juga dapat digunakan sebagai obat herbal, bahan kosmetik, kuliner dan lain sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang manfaat lidah buaya didalam bidang kuliner. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Manisan lidah buaya.

gbr 2. manisan lidah buaya


a. Bahan :
  • Lidah buaya 1 kg
  • Gula pasir 600 gr
  • Natrium Bisulfit 6 gr
  • Kapur sirih 2 sdm
b. Cara pembuatan :
  • Kupas lidah buaya, potong-potong sesuai selera.
  • Cuci bersih lalu rendam dalam larutan natrium bisulfat selama 1 jam, cuci dan tiriskan.
  • Rendam lidah buaya dalam larutan kapur sirih selama 1 jam hingga teksturnya stabil, kemudian cuci dengan air mengalir.
  • Masukkan lidah buaya yang telah dicuci tadi kedalam larutan gula, pastikan semua bagian terendam dan simpan selama satu malam.
  • angkat lidah buaya dan tiriskan.
  • selesai, dan manisan lidah buaya siap untuk dinikmati.

2. Dodol lidah buaya.


gbr 3. dodol lidah buaya

a. bahan :
  • 1 kg daging daun lidah buaya
  • 700 gr tepung ketan
  • 400 gr tepung beras
  • 2 kg gula pasir
  • 2 liter santan murni
  • 0,1 % asam askorbat
  • pewarna ( selera )
  • agar-agar secukupnya
b. cara pembuatan :
  • santan dan gula dimasak hingga mengental
  • tepung beras dan ketan dicampurkan kedalam larutan gula
  • masukkan lidah buaya, aduk terus hingga tidak lengket diwajan
  • masukkan agar-agar dan pewarna
  • setelah dingin dodol siap dikemas.

3. Dawet lidah buaya

gbr 4. dawet lidah buaya

a. bahan :
  • daun lidah buaya
  • pisau
  • air jeruk
  • baki
  • guala/sirup
  • santan
b. caranya :
  • kupas kulit lidah buaya.
  • potong dalam bentuk memanjang
  • lalu rendam kedlam air jeruk selama 24 jam, tiap 12 jam air jeruk harus diganti
  • kemudian bilas potongan lidah buaya dengan air hingga bersih
  • masukkan potongan lidah buaya kedalam sirup atau rebusan gula.
  • tambahkan santan dan es batu
  • yummi, es dawet lidah buaya siap untuk dinikmati.


"selamat mencoba"










Saturday, 7 January 2017

Peluang dan analisa usaha lidah buaya



A. Produksi.
Produksi tanaman lidah buaya adalsh daun pelepah. Pada satu pohon tanaman lidah buaya dapat dipanen 1 sampai 2 pelepah setiap bulannya. Untuk tanaman yang berumur 10 - 12 bulan berat pelepah dapat mencapai 0.6 kg, apabila populasi tanaman mencapai 8.000 ( jarak tanam 1.00 m x 1.25 m ) dan yang dapat dipanen diperkirakan mencapai 80 % dari populasi tanaman/ha, masing-masing tanaman dipanen sebanyak satu pelepah, maka dapat diperkirakan hasil produksi dari budidaya tanaman ini per hektar/bulan = 80% x 8.000 x 0.6 kg = 3.840 kg. Produksi/ha/tahun = 12 x 3.840 kg = 46.080 kg.

gbr 1. tanaman lidah buaya

B. Potensi.
Pada saat ini pusat pengembangan lidah buaya terdapat di negara-negara Afrika bagian selatan, sedangkan negara-negara yang telah membudidayakan lidah buaya secara komersil adalah Amerika Serikat, Meksiko, Karibia, Australia, dan Thailannd.

gbr 2. pengembangan lidah buaya

Usaha pengolahan lidah buaya sudah di prediksikan akan menjadi usaha yang sangat berkembang didunia bisnis pertanian indonesia. Hal itu dikarenakan masih jarangnya pengusaha yang bergelut dibidang pengolahan lidah buaya. Apabila pelaku bisnis melihat peluang yang ada maka mereka pasti akan berfikir ulang untuk beralih bisnis ke pengolahan lidah buaya yang menjanjikan keuntungan lebih.

C. Kompetisi / daya saing.
Saat ini persaingan pasar produk lidah buaya belum terasa menyulitkan. Pengembangan agribisnis lidah buaya di Indonesia terpusat di Pontianak Kalimantan Barat. Lidah buaya juga banyak diusahakan di Pulau Jawa, tetapi skala usahanya relatif sempit dan lokasinya juga terpencar. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetisi / daya saing  masih sedikit atau rendah.

gbr 3. perkebunan lidah buaya

D. Nilai ekonomis.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa lidah buaya memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. 

gbr 4. pelepah lidah buaya

Setiap bagian tubuh tanaman lidah buaya dapat menciptakan suatu nilai jual atau nilai ekonomis bagi lidah buaya itu sendiri, seperti :
  1. Gel atau pulp dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman.
  2. Kulit lidah buaya dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan teh lidah buaya.
  3. Ekstrak lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai bubuk atau powder dan senyawa aktif lainnya.
  4. Konsentrat lidah buaya dapat dikembangkan dalam bidang kosmetik, farmasi, dan industri kimia.
E. Aspek pemasaran.
Didalam aspek pemasaran terdapat beberapa point yang harus kita ketahui terlebih dahulu, sehingga proses pemasarannya dapat berjalan dengan lancar. Diantaranya adalah sebagai berikut: 
  1. Permintaan.
  2. Penawaran.
  3. Harga.

gbr 5. lidah buaya dalam pot

F. Analisa usaha.
Berikut adalah hasil analisa usaha budidaya tanaman lidah buaya dengan lahan satu hektar.

1. Budidaya
  • Bibit 10 ribu batang @ Rp 1.500 = Rp 15.000.000
  • Pupuk cair 400 L. @ Rp 2.000 = Rp 800.000
  • Pestisida 2 L. @ Rp 200.000
2. Lahan
  • Pengolahan tanah = Rp 5.000.000
3. Peralatan
  • Cangkul, sprayer, dan lain-lain = Rp 1.000.000
  • Peralatan ro-drip satu paket = Rp 8.000.000
4. Biaya penyusutan alat :
  • Saprodi 10% dari Rp 1.000.000 = Rp 100.000
  • Peralatan ro-drip 10% dari Rp 8.000.000 = Rp 800.000
5. Lain-lain
  • Sewa lahan 1 tahun = Rp 10.000.000
  • Petugas kebun 3 orang dalam 12 bulan @ Rp 3.000.000 = Rp 36.000.000
  • Transportasi 12 bulan @ Rp 200.000 = Rp 2.400.000
  • Pajak bumi dan bangunan = Rp 100.000
6. Biaya pemeliharaan 3 x dalam setahun
  • Pupuk cair 3.000 liter @ Rp 2.000 = Rp 6.000.000
  • Pestisida 6 liter @ Rp 100.000 = Rp 600.000
7. Upah tenaga kerja harian
  • Penyiangan gulma 30 HOK @ Rp 15.000 = Rp 450.000
  • Penanaman 10 HOK = Rp 150.000
  • Pengendalian OPT 30 HOK @ Rp 15.000 = Rp 450.000
  • Pembersihan saluran drainase = Rp 600.000
  • Pembumbunan = Rp 600.000
  • Panen = Rp 450.000
  • Pengangkutan = Rp 450.000
  1. Modal yang diperlukan kurang lebih adalah = Rp 89.150.000.
  2. Penjualan dan keuntungan produksi per hektar per bulan ( 2.000 pelepah x 0.8 kg ) = 8.000 kg.
  3. Harga jual per kg = Rp 1.200
  4. Pendapatan per bulan 8.000 kg x Rp 1.200 = Rp 9.600.000
  5. Pendapatan per tahun 12 x Rp 9.600.000 = Rp 115.200.000


pertanian kota

Friday, 6 January 2017

daun obat herbal


Assalamualaikum wr..wb.

Selamat malam kepada blogger semuanya, baiklah pada kesempatan kali ini penulis ingin berbagi pengetahuan sedikit tentang tanaman yang dapat kita jadikan obat herbal, khususnya tanaman pada bagian daunnya. Yang istimewa kali ini saya juga ingin berbagi bahasa daerah juga disetiap jenis tanaman yang akan saya bahas.

1. Daun jambu biji.
Oen geulima (aceh)


Manfaat :
a. Obat diare.
  • daun jambu dicuci bersih.
  • digiling atau ditumbuk, kemudian disaring dan diambil airnya.
  • diminum 2-3 kali sehari

2. Daun sirsak
Oen lona (aceh)


Manfaat :
a. Mengobati sakit gigi berlubang.
  • Cuci bersih pucuk daun sirsak.
  • Digiling atau ditumbuk dengan sedikit garam sampai halus.
  • Lalu dibuat bulatan-bulatan kecil, kemudian dimasukkan ke dalam gigi yang berlubang.
  • Diamkan hingga 10 menit, lalu ambil kembali.

3. Daun sirih.
Oen ranup (aceh)


Manfaat :
a. Obat gatal.
  • Segenggam daun sirih dicuci bersih.
  • Rebus hingga hangat-hangat kuku.
  • Gunakan untuk mandi air rebusan tadi.

4. Daun kunyit.
Oen kunyet (aceh)


Manfaat:
a. Obat kembung.
  • 3 lembar pucuk daun kunyit dicuci bersih.
  • Kemudian layukan diatas api dan di olesi minyak goreng.
  • Tempelkan ke perut.

5. Daun pacar.
Oen gaca (aceh)


Manfaat :
a. Obat BAB darah.
  • Cuci bersih daun pacar.
  • Halusksn bersama kunyit.
  • Minum air perasannya.

6. Daun belimbing.
Oen limeng sago (aceh


Manfaat :
a. Menurunkan tekangan darah tinngi.
  • Segenggam daun belimbing dicuci bersih.
  • Rebus dengan 2 gelas air.
  • Didihkan hingga air tinggal 1 gelas.
  • Diminum 1 kali sehari.

7. Daun pepaya.
Oen peteek (aceh)


Manfaat:
Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Cuci bersih satu tangkai daun pepaya.
  • Haluskan dengan setengah gelas air.
  • Diminum satu kali sehari.

8. Daun cemplukan.
Ulung gerepok (gayo)


Manfaat :
a. Menurunkan demam.
  • Daun dan batang cemplukan dicuci bersih.
  • Rebus dengan 1 liter air.
  • Diminum 3 kali sehari satu gelas.

9. Daun katu.
Oen nasi (aceh)


Manfaat:
a. Memperlancar asi
  • Cuci bersih daun katu.
  • Kemudian rebus hingga mendidih.
  • Setelah hangat baru diminum dan daunya juga dimakan.

10. Daun jarak.
Ulung geloah (gayo)


Manfaat:
a. Obat kembung.
  • Satu lembar daun jarak dicuci bersih.
  • Layukan diatas api.
  • Diolesi minyak goreng.
  • Tempelkan ke perut.

11. Daun cocor bebek.
Ulung dedingin (gayo).


Manfaat :
a. Obat panas dalam.
  • Daun dicuci hingga bersih.
  • Lalu ditumuk atau digiling.
  • Tempelkan diperut sebanyak tiga kali sehari.

12. Daun ketepeng.
Oen gelinggang (aceh)


Manfaat :
a. Obat panu.
  • Daun ketepeng dicuci bersih.
  • Diremas-remas dengan kapur sirih.
  • Gosok maupun oleskan ramuan tadi pada bagian yang tetkena palu.
  • Lakukan dua kali sehari setela mandi.

13. Daun dadap.
Ulung dedep (gayo).



Manfaat :
a. Melancarkan buang air besar.
  • Daun dicuci bersih.
  • Giling ditelapsk tangan kita hingga keluar buihnya.
  • Oleskan di perut.

14. Daun saga.
Oen saga (aceh)


Manfaat :
a. Obat batuk.
  • Segenggam daun saga dicuci bersih
  • Diremas dengan air.
  • Saring airnya.
  • Tambahkan gula 1 sendok teh.
  • Diminum 3 kali sehari.


15. Daun pulutan.
Oen burunyoeng (aceh).


Manfaat :
a. Obat disentri.
  • Segenggam daun pulutan dicuci bersih.
  • Diremas dengan air 1 gelas kecil.
  • Disaring airnya.
  • Tambahkan gula 1 sendok teh.
  • Minum 2 kali sehari.

16. Daun meniran.
Oen metanoh (aceh).


Manfaat :
a. Obat batu ginjal.
  • Daun meniran dicuci bersih.
  • Rebus dengan 3 gelas air.
  • Rebus hingga tersisa 1 gelas.
  • Diminum 1-3 kali sehari.

17. Daun pegagan.
Oen peugaga (aceh).


Manfaat :
a. Obat batuk.
  • Cuci bersih daun pegagan.
  • Giling atau ditumbuk hingga lumat.
  • Saring airnya.
  • Tambahkan madu.
  • Minum.

18. Daun langsat.
Oen langsat (aceh).


Manfaat :
a. Obat malaria.
  • Daun langsat dicuci bersih.
  • Direbus dan diminu airnya.
  • Dapat ditambahkan madu agar tidak terlalu pahit rasanya.

19. Daun cempokak.
Wah ungke (gayo).


Manfaat :
a. Obat bisul
  • Ambil 1 lembar daun cempokak, cuci bersih
  • Giling dengan secolek kapur sirih.
  • Tempelkan pada lingkaran bisul.
  • Usahakan mata bisul jangan sampai tertutup.
  • Lakukan satu kali sehari

20. Daun ubi rambat.
Ulung gadung sorol (gayo)


Manfaat :
a. Obat panas tinggi.
  • Cuci bersih daunnya.
  • Tambahkan sedikit air, diremas-remas hingga keluar lendirnya.
  • Oleskan dikepala, leher,ketiak, dan badan.

Demikianlah sedikit ulasan saya mengenai daun tanaman yang dapat dijadikan obat herbal. Semoga bermanfaat.

















































Hidropinik



Hidroponik

Arti pertanian dari masa ke masa sesungguhnya tidak berubah, yaitu menghasilkan pangan bagi manusia. Kalaupun berubah maka itu hanya menyangkut cara. Cara memang menyangkut teknologi, dan teknologi pula yang membedakan cara kerja dan hasil panen yang diperoleh.

Pada artikel sebelunnya saya telah membahas tentang Akuaponik, nah pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang Hidroponik. Apa itu Hidroponik, Hidroponik adalah sebuah cara bertani tanpa menggunakan media tanah untuk menghasilkan pangan.

gbr 1. instalasi hidroponik


Sulitkah cara bertani menggunakan sistem Hidroponik?, jawaban saya tidak. Karena siapa pun dapat melakukan bercocok tanam dengan sistem Hidroponik, termasuk anda sendiri tentunya. Tergantung dari niat dan usaha kita, kita dapat menggunakan sistem Hidroponik untuk membudidayakan tanaman buah, sayur mayur, dan tanaman hias tanpa tanah.

Hidropinik merupakan cara bertani yang menyenangkan, anda bisa menekuninya sebagai hobi maupun untuk tujuan komersil. Mengingat lahan kosong yang semakin sempit, cara ini dapat kita terapkan dihalaman rumah kita sendiri.

Tanah bukanlah elemen dasar yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh, justru cadangan makanan serta air yang terkandung dalam tanahlah yang diserap oleh akar tanaman untuk tumbuh tanaman.

gbr 2. model hidroponik


Keuntungan menggunakan sistem ini adalah perawatannya lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol. Teknik ini juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja kecuali untuk tujuan komersil atau konvensional. Selain itu sistem ini juga ramah lingkungan.

Media tanam merupakan komponen mutlak ketika hendak bercocok tanam, media harus disesuaikan dengan tipe tanaman yang akan kita tanam. Media tanam dapat menggunakan arang, batang atau akar pakis, kompos, moss, pupuk kandang, sabut kelapa, sekam padi dan lain sebagainya.

Untuk melakukan budidaya dengan teknik Hidropinik, ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Persiapan bahan media.
  • Pembuatan larutan tanam.
  • Pembuatan instalasi hidroponik.
  • Persemaian dan pembibitan.
  • Penanaman.
  • Aplikasi nutrisi tanaman.
  • Pemeliharaan tanaman.
  • Perlindungan tanaman.
  • Panen dan pasca panen.
Pada sistem hidroponik, pengairan dilakukan bersamaan dengan pemupukan. Untk mendapatkan hasil yang bsik, pH larutan yang di anjurkan untuk tanaman sayuran pada kultur hodroponik adalah antara 5,5-6,5.

gbr 3. tanaman hidroponik


Demikianlah ulasan singkat saya mengenai Hidroponik, semoga dapat menjadi motifasi bagi kita bersama.